Sikap Oman terhadap mata uang kripto dapat diringkas dalam satu kalimat: belum ada undang-undang resmi, tetapi kerangka regulasi sudah dalam proses. Bank sentral (CBO) telah berulang kali menyatakan bahwa aset kripto bukan mata uang resmi dan tidak dilindungi oleh pengawasannya; sementara Otoritas Pasar Modal (CMA) menerbitkan draf konsultasi regulasi VASP (Penyedia Layanan Aset Virtual) pada 2024, yang menandai peralihan Oman dari “peringatan zona abu-abu” menuju “lisensi terklasifikasi”.
Bagi penduduk lokal dan warga negara asing yang bekerja di Oman, ini berarti: penggunaan kartu virtual USDT yang diterbitkan di luar negeri untuk konsumsi sehari-hari saat ini tidak dilarang, tetapi jalur perbankan lokal semakin diperketat, sehingga pembukaan kartu dan deposit lebih banyak bergantung pada jalur luar negeri.
Status Regulasi dan Legalitas Saat Ini
Pembagian pengawasan kripto di Oman kurang lebih sebagai berikut:
- CBO (Central Bank of Oman): bersuara dari sisi mata uang dan sistem pembayaran. Sejak 2017, CBO telah beberapa kali menerbitkan pengumuman yang menegaskan bahwa kripto bukan mata uang resmi, tidak dilindungi oleh pengawasannya, dan risiko ditanggung sendiri. Lihat situs resmi CBO.
- CMA (Capital Market Authority): masuk dari sisi pasar modal dan layanan keuangan. Pada 2024, CMA menerbitkan draf konsultasi regulasi VASP yang mencakup penerbitan, perdagangan, kustodi, dan pialang aset virtual. Detailnya dapat dilihat di dokumen konsultasi publik terbaru di situs resmi CMA.
Dengan kata lain, Oman tidak “melarang secara total” seperti daratan Tiongkok, dan belum menyelesaikan proses perizinan seperti VARA di UAE. Oman berada dalam status di tengah: peringatan sudah dikeluarkan, penyusunan regulasi sudah dimulai, tetapi implementasinya belum terlaksana. Bagi konsumen, “penggunaan” kartu virtual USDT saat ini termasuk area yang layak dijalankan dalam zona abu-abu, namun perlu dipahami bahwa tidak ada perlindungan konsumen lokal yang menjaminnya.
Ini bukan nasihat hukum. Dokumen regulasi dapat berubah seiring waktu, dan pengumuman resmi dari CMA dan CBO tetap menjadi acuan akhir.
Kartu Virtual USDT yang Tersedia
Saat ini tidak ada kartu stablecoin yang diterbitkan dengan lisensi lokal di Oman. Kartu yang digunakan penduduk setempat semuanya diterbitkan di luar negeri (terutama dengan lisensi dari Eropa, Inggris, Hong Kong, dan Singapura), kemudian dapat digunakan untuk transaksi di merchant Oman melalui jaringan Visa / Mastercard:
- Bybit Card: kartu native bursa, proses KYC cukup ramah untuk sebagian pengguna MENA, saldo dipotong langsung dari akun spot Bybit dalam USDT, kurs dan biaya ditentukan saat settlement.
- Crypto.com Visa: sistem tingkatan bergantung pada staking CRO, lebih menguntungkan bagi pemegang jangka panjang; namun kelayakan pengajuan untuk sebagian tingkatan di MENA dibatasi oleh negara penerbit, sebaiknya konfirmasi terlebih dahulu di dalam aplikasi apakah alamat Oman didukung sebelum membuka kartu.
Untuk perbandingan yang lebih luas, lihat Kartu USDT Terbaik untuk Wilayah MENA dan Top 5 Komprehensif 2026.
Pilihan editorial kami, MPCard Asia Elite, difokuskan pada jalur Asia-Pasifik. Karena Oman termasuk wilayah MENA dan berada di luar cakupan optimalisasi kartu tersebut, panduan ini tidak menjadikannya rekomendasi utama.
Deposit dan Kebiasaan Pembayaran Lokal
Rial Oman (OMR) adalah mata uang dengan kurs fixed yang dipatok ke dolar AS (1 OMR ≈ 2,6 USD), tetapi tidak ada bursa berlisensi lokal mana pun yang menyediakan pertukaran langsung OMR ↔ USDT. Jalur deposit yang praktis ada dua:
- Bursa luar negeri + transfer internasional/deposit kartu: melakukan deposit dalam USD di platform seperti Bybit, OKX, Crypto.com, lalu mentransfernya ke saldo kartu. Perlu dicatat bahwa bank komersial Oman melakukan pemeriksaan yang cukup ketat terhadap transfer internasional yang terkait kripto, dan sebagian transfer dapat dikembalikan.
- P2P / OTC: membeli USDT langsung dengan OMR melalui P2P di bursa, lalu mentransfernya ke saldo kartu. Ini merupakan praktik umum di wilayah MENA, tetapi harus memilih rekan transaksi yang bereputasi baik untuk menghindari pembekuan kartu.
Dalam hal kebiasaan pembayaran lokal: penerimaan Visa / Mastercard di merchant Oman tinggi, dan Apple Pay serta Google Pay sudah umum digunakan di kota-kota seperti Muscat. Setelah menghubungkan kartu virtual ke kedua dompet ini, pengalamannya hampir tidak berbeda dengan kartu bank lokal.
Penjelasan Pajak
Oman tidak mengenakan pajak pendapatan pribadi, ini merupakan ciri umum negara-negara GCC. Namun perlu diperhatikan:
- Pajak Pertambahan Nilai (PPN): sejak 2021, Oman mengenakan PPN sebesar 5%, dan beban pajak di sisi konsumen dimasukkan ke dalam harga oleh merchant.
- Pajak perusahaan: tarif standar 15%, penentuan status pendapatan terkait kripto masih menunggu penyempurnaan kerangka VASP.
- Keuntungan kripto pribadi: saat ini belum ada ketentuan pajak yang jelas, namun ini tidak berarti “bebas pajak selamanya”. Setelah kerangka VASP CMA diberlakukan, kewajiban pelaporan tambahan mungkin akan ditambahkan.
Ini bukan nasihat pajak. Jika menyangkut jumlah besar atau tujuan komersial, silakan konsultasikan dengan konsultan pajak lokal Oman atau tim konsultan Big Four di Muscat.
Rekomendasi Editorial: Lakukan / Hindari
Sebaiknya dilakukan:
- Utamakan kartu stablecoin yang diterbitkan di luar negeri dengan proses KYC yang transparan (seperti dua kartu di atas);
- Lakukan uji coba dengan jumlah kecil sebelum top up, pastikan merchant lokal dapat melakukan verifikasi 3DS dengan normal;
- Hubungkan kartu ke Apple Pay / Google Pay untuk mengurangi eksposur nomor kartu fisik;
- Pantau situs resmi CMA — begitu kerangka VASP resmi diterbitkan, penerbit kartu akan menyesuaikan kebijakan Oman mereka secara bersamaan.
Sebaiknya dihindari:
- Melakukan transfer bolak-balik yang terlalu sering antara rekening bank lokal dan bursa kripto luar negeri, karena mudah memicu sistem manajemen risiko;
- Menjadikan kartu USDT sebagai rekening gaji utama — saat ini belum ada asuransi deposito lokal yang mencakupnya;
- Mempercayai pernyataan ekstrem seperti “Oman akan segera melarang kripto” atau “Oman sudah melegalkan kripto secara penuh” — keduanya tidak akurat saat ini.
Jika Anda mengkhawatirkan risiko jangka panjang dari stablecoin itu sendiri (depeg, bank run pada penerbit), Anda dapat membaca artikel Risiko Depeg USDT dan Kebangkrutan Penerbit Kartu. Bagi yang lebih tertarik pada kerangka regulasi, Anda dapat membandingkannya dengan Panduan Kepatuhan Uni Eropa untuk melihat gambaran pasar yang relatif lebih matang.
Momen Oman saat ini adalah: regulasi sedang dalam proses, tetapi belum diperketat hingga tidak bisa digunakan. Menggunakan secara rasional, melakukan diversifikasi, dan memantau pengumuman CMA adalah sikap paling praktis saat ini.