Bahasa Indonesia · 中文 · English
Asia-Pacific · USDT card guide

New Zealand

NZ

Selandia Baru bersikap terbuka terhadap mata uang kripto: IRD memperlakukan aset kripto sebagai objek pajak penghasilan, FMA mengawasi produk keuangan kripto, dan bursa lokal wajib menyelesaikan registrasi AML di DIA. Kartu virtual USDT dapat digunakan secara normal.

Currency
NZD
Region
Asia-Pacific
Regulator
FMA / IRD / DIA
Usage risk
Low risk

Gambaran umum

Selandia Baru adalah salah satu yurisdiksi paling terbuka terhadap mata uang kripto di kawasan Asia Pasifik. Tidak ada “larangan kripto” khusus, juga tidak ada pembatasan menyeluruh seperti di Tiongkok daratan. IRD (Inland Revenue Department, otoritas pajak) sejak 2018 secara jelas memasukkan aset kripto ke dalam kerangka pajak penghasilan, sementara FMA (Financial Markets Authority, otoritas pasar keuangan) mengawasi penerbitan produk keuangan kripto. Bagi warga biasa Selandia Baru, menggunakan kartu virtual USDT untuk belanja di supermarket lokal, SPBU, atau berlangganan SaaS tidak menghadapi hambatan secara teknis maupun kepatuhan — yang penting adalah memahami cara perhitungan pajaknya.

NZD bukan mata uang penyelesaian yang umum untuk kartu USDT. Panduan ini berfokus pada tiga hal: kartu apa saja yang bisa digunakan, cara top-up dengan NZD, dan bagaimana IRD mengenakan pajak.

Regulasi dan legalitas

Regulasi kripto di Selandia Baru dibagi antara tiga lembaga:

Secara keseluruhan, Selandia Baru termasuk yurisdiksi low risk — aturannya jelas dan penegakannya moderat, tidak seperti Hong Kong yang memiliki ambang lisensi, dan tidak seperti Amerika Serikat yang memiliki sengketa yurisdiksi antara SEC dan CFTC. Jika ingin membandingkan lebih dalam kerangka regulasi di kawasan Asia Pasifik, silakan lihat kepatuhan Jepang dan kepatuhan Singapura.

Kartu USDT yang tersedia

Pilihan utama untuk membuka dan menggunakan kartu di Selandia Baru:

Ketiga kartu ini bukan diterbitkan secara lokal di Selandia Baru, melainkan kartu multi-mata uang internasional yang diterima di NZ melalui jaringan Visa/Mastercard. Jika Anda sering berlangganan layanan AI, lihat perbandingan kartu langganan ChatGPT Plus dan langganan Cursor Pro.

Perhatian: Kasus historis seperti FTX dan Voyager mengingatkan kita untuk memperhatikan risiko kebangkrutan penerbit. Memilih penerbit dengan induk perusahaan berlisensi lebih penting daripada mengejar cashback tinggi.

Top-up dan pembayaran lokal

Jalur umum bagi warga Selandia Baru untuk melakukan top-up USDT:

  1. Setoran NZD di bursa berlisensi lokal: Easy Crypto, Independent Reserve (berlisensi ganda Australia-Selandia Baru), dan Kiwi-Coin telah menyelesaikan registrasi AML di DIA, mendukung transfer bank (POLi, Account2Account) untuk setoran NZD dan langsung membeli USDT.
  2. Bursa internasional: Binance, OKX, dan Bybit juga terbuka untuk pengguna Selandia Baru, tetapi jalur fiat NZD-nya terbatas, biasanya perlu membeli USDT terlebih dahulu sebelum ditransfer ke platform kartu.
  3. Kebiasaan pembayaran lokal: Selandia Baru sehari-hari menggunakan EFTPOS (jaringan debit lokal) ditambah Visa/Mastercard. Kartu USDT sebagai kartu Visa/Mastercard dapat digunakan di semua merchant yang menerima kartu internasional, tetapi sebagian terminal EFTPOS murni (toko pedesaan kecil) mungkin tidak menerimanya.

Bagi pengguna yang belum familier dengan proses top-up, dapat melihat lebih dulu panduan langkah top-up USDT dan apa itu kartu U.

Perlakuan pajak

Ini bukan nasihat pajak. Konsultasikan dengan akuntan atau konsultan pajak terdaftar di Selandia Baru.

Posisi inti IRD:

Saran praktis: Simpan semua catatan penarikan dari bursa dan catatan belanja kartu, lalu serahkan bersamaan saat pelaporan pajak tahunan. Alat seperti Koinly dan CryptoTaxCalculator mendukung format pajak Selandia Baru.

Rekomendasi editorial

Lakukan:

Jangan:

Selandia Baru merupakan lingkungan yang cukup ramah bagi pengguna kartu USDT — aturannya jelas, sistem perbankannya matang, dan komunikasi berbahasa Inggris tidak menjadi hambatan. Selesaikan pencatatan pajak dengan baik, dan sisanya tinggal memilih kartu yang sesuai dengan kebiasaan belanja Anda.

Sources

FAQ

Q. Apakah legal bagi warga Selandia Baru menggunakan kartu virtual USDT?
Legal. Selandia Baru tidak melarang mata uang kripto. IRD secara jelas memperlakukannya sebagai properti dan mengenakan pajak penghasilan, sementara FMA mengawasi penerbitan produk keuangan kripto.
Q. Apakah belanja dengan kartu USDT dikenai pajak?
Ya. IRD memperlakukan pelepasan aset kripto (termasuk untuk keperluan belanja) sebagai peristiwa kena pajak, dikenakan sesuai tarif pajak penghasilan marjinal pribadi. Konsultasikan dengan akuntan Anda.
Q. Bisakah top-up USDT langsung dengan NZD di Selandia Baru?
Bisa. Bursa lokal yang telah terdaftar AML di DIA seperti Easy Crypto, Independent Reserve, dan Kiwi-Coin mendukung setoran NZD untuk membeli USDT.
Q. Mengapa Crypto.com Visa bisa digunakan di Selandia Baru?
Crypto.com memiliki lisensi penerbit kartu di Australia dan Uni Eropa. Kartu Visa-nya diterima di merchant Selandia Baru melalui jaringan Visa dan kompatibel dengan sistem EFTPOS lokal.
Q. Apakah bank di Selandia Baru menolak transaksi terkait kripto?
Beberapa bank besar (ANZ, ASB) cukup sensitif terhadap transfer ke bursa kripto dan mungkin menunda atau meminta klarifikasi. Menggunakan bursa berlisensi dan menyimpan catatan transaksi dapat mengurangi gesekan ini.